Harga Anjlok, Tomat Dibiarkan Petani Kepahiang Membusuk
Petani Desa Pelangkian Kepahiang biarkan tomat membusuk--SUHAI/RK
Radarkepahiang.id-Petani tomat di Desa Pelangkian, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, membiarkan tanaman tomatnya membusuk di kebun. Mereka sengaja tak memanen tomat lantaran harganya turun hingga mencapai Rp 2.500 per kg.
"Jika kami melakukan panen, biaya panen saja kami rugi dan tidak dapat untung. Sehingga memilih membiarkan tomat membusuk daripada dipetik.Kalau ada tetangga mau ambil ya silakan ambil petik sendiri," kata Bungkiraman, salah satu petani Desa Pelangkian, pada Rabu 8 April 2026.
Sejatinya, harga normal tomat kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu, bahkan lebaran Rp 10 ribu.
BACA JUGA:Hasil Autopsi Sudah Keluar, Benarkah Sopiah Korban Pembunuhan yang Diduga Dibuang Malam Hari?
"Kalau sekarang, hanya Rp Rp 2.500 per kg," sampainya.
Menurutnya, agar tidak merugi petani yang membiarkan buah tomatnya tidak dipetik hingga harga naik. Petani pun rela buah tomatnya membusuk di pohon dari pada harus dijual dengan harga murah.
"Saya selaku petani mengharapkan adanya solusi harga tomat dari pemerintah," demikian Bungkirman.
Sumber:




