Disway banner

Penyakit Busuk Rimpang Serang Tanaman Jahe, Petani Tak Dapat Pendampingan PPL!

Penyakit Busuk Rimpang Serang Tanaman Jahe, Petani Tak Dapat Pendampingan PPL!

Penyakit Busuk Rimpang Serang Tanaman Jahe, Petani Tak Dapat Pendampingan PPL!--Reka Fitriani

Radarkepahiang.id - Petani jahe di Kabupaten Kepahiang mengalami kendala serius terhadap produksi tanamannya, dimana situasi tanaman jahe terserang penyakit seperti layu bakteri dan busuk rimpang. Namun, petani tidak mendapatkan pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

BACA JUGA:Baru 99 Calon THL Daftar ke PBJ, Banyak Peserta Alami Kendala

BACA JUGA:Temani Weekend, Ini 5 Game Penghasil Saldo DANA Tercepat dan Diburu Netizen!

Tanpa adanya pendampingan dari PPL, petani sering kali terlambat mendeteksi gejala dan tidak tahu cara penangan yang tepat, sehingga kerugian bisa mencapai kegagalan panen. Hal ini dialami salah satu petani di Kepahiang. Sugiman (55) ia terpaksa memanen tanaman jahe miliknya di umur tanaman 5 bulan, yang seharusnya rata-rata komiditas jahe ini dipanen di umur 9 bulan - 11 bulan.

 

"Tanaman jahe ini terkena virus, dimana tidak hanya daunnya yang layu, tapi juga umbinya berangsur membusuk. Sehingga terpaksa dipanen di umur 5 bulan," ungkap Sugiman.

BACA JUGA:Kepahiang Kekurangan Operasional Mobil Damkar, Idealnya 1 Kecamatan 1 Unit

BACA JUGA:Audiensi dengan PT HTE, Bupati Kepahiang Ingatkan Terkait Kelengkapan Izin!

Selama masa tanam, dikatakan Sugiman ia bersama dengan petani lainnya tidak mendapatkan pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan. Sehingga tidak dapat melakukan pencegahan terhadap komoditas jahe tersebut, pasalnya terlambat ditangani karena pengetahuan petani maka komoditas jahe dipastikan gagal.

 

"Selama ini tidak ada pendampingan dari PPL, itulah tidak ada pencegahan yang menyebabkan tanaman jahe gagal panen," kata Sugiman.

BACA JUGA:Ini Game Penghasil Saldo DANA Tercepat dan Tidak Ribet

BACA JUGA:Dikbud Serahkan Surat Penugasan untuk 189 PPPK Paruh Waktu, Wajib Disiplin!

Disisi lain, kata dia, akibat panen prematur terhadap tanaman jahe tentu berpengaruh pada harga jual, ditingkat pengepul yang membeli dengan harga murah, yakni hanya Rp12 ribu saja perkilogramnya. Seharusnya, jahe tua dengan rata-rata hanya mencapai Rp18ribu sampai dengan Rp20ribu perkilogramnya.

Sumber: