Disway banner

Dukung Swasembada Pangan, 535 Hektar Lahan di Kepahiang Ditanami Jagung

Dukung Swasembada Pangan, 535 Hektar Lahan di Kepahiang Ditanami Jagung

Dukung Swasembada Pangan, 535 Hektar Lahan di Kepahiang Ditanami Jagung --Reka Fitriani

Radarkepahiang.id - Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.Ip mengungkapkan jika sebanyak 535 hektar lahan di Kepahiang, sudah ditanami jagung.  Langkah ini dilakukan, sebagai upaya Pemkab Kepahiang dan sejumlah pihak yang terlibat dalam mendukung program swasembada pangan di Kabupaten Kepahiang

BACA JUGA:Antisipasi PMK, Dinas Pertanian Kepahiang Tingkatkan Pengawasan Hewan Ternak

BACA JUGA:NI PPPK Belum Terbit, Simak Penjelasan BKDPSD Kepahiang Terkait Penyerahan SK

Tidak hanya itu saja, Nata memastikan kalau dari 535 hektar lahan jagung tersebut, sekitar 300 hektar lahan yang ditanami jagung ini sudah melalui proses pemanenan.

 

"Dengan jumlah ini, Kepahiang sudah melampaui dari target sebelumnya yang hanya 1 desa 1 hektar. Karena 535 hektare sudah ditanam dan 300 hektare sudah panen," ungkap bupati dalam kegiatan panen raya jagung varietas Supra 1 Bhayangkara Merah Putih di Kabupaten Kepahiang, Rabu 1 Oktober 2025.

BACA JUGA:DPRD Kepahiang Tegas Kawal Perbup Pencegahan Pernikahan Dini

BACA JUGA:Wild Coin, Aplikasi Penghasil Uang Bisa Tukarkan Koin Jadi Saldo DANA Rp201.000

Bupati Kepahiang ini menambahkan, Pemkab Kepahiang akan terus mendukung program swasembada pangan yang menjadi prioritas nasional Presiden RI, Prabowo Subianto.

 

"Kami bersama TNI, Polri dan seluruh stakeholder terkait, siap bersinergi untuk mensukseskan program swasembada pangan demi kemandirian bangsa," tutupnya.

BACA JUGA:Modal Usaha Rp1 Miliar Menanti, 1.300 UMKM Ikuti Ajang ‘Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas’

BACA JUGA:Cegah Monopoli, Pemkab Kepahiang Perketat Pengawasan Distribusi Gas LPG 3Kg Bersubsidi!

Sementara itu Kapolda Bengkulu, Irjen. Pol. Mardiyono, SIK, M.Si mengklaim jika jagung varietas Supra 1 Bhayangkara Merah Putih ini,  merupakan hasil pengembangan bibit unggul Jagung Plasma Nutfah asli Bengkulu, khususnya dari Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong dengan pendampingan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.

Sumber: