Fluktuasi! Harga Kopi Makin Mengkhawatirkan Petani di Kepahiang
Fluktuasi! Harga Kopi Makin Mengkhawatirkan Petani di Kepahiang--Reka Fitriani
Radarkepahiang.id - Harga komoditas kopi di Kabupaten Kepahiang kembali mengalami fluktuasi, bahkan diakhir September 2025 ini menyentuh angka Rp50.000 perkilogramnya. Ini diakui salah satu petani kopi di Kabupaten Kepahiang Mustika (35) warga Desa Taba Tebelet yang belum lama ini menjual hasil panen kopinya ke pengepul dengan harga tersebut.
Harga tersebut menurun dari harga sebelumnya Rp53.000 perkilogramnya.
BACA JUGA:Tinggal Menunggu NIP, Segini Anggaran Disiapkan Pemkab Kepahiang untuk Gaji PPPK Paruh Waktu
BACA JUGA:SMPN 1 Kepahiang Didatangi Wabup, Banyak Masalah?
"Padahal harga kopi ini baru berangsur naik, tapi sudah turun lagi, kami jual ke pengepul Rp50.000 perkilogram," ungkap Mustika.
Turunnya harga kopi ditingkat petani ini menjadi kabar yang tidak baik, apalagi masa panen kopi pada tahun ini sudah hampir berakhir. Tentu, membuat para petani lesu, terlebih petani banyak menghabiskan modal untuk sektor perkebunan kopi, mulai dari perawatan hingga pemupukan.
BACA JUGA:3 Tenaga Honorer Mengundurkan Diri, Total PPPK Paruh Waktu Kepahiang Hanya 691 Orang
BACA JUGA:Belum Selesai, Jalan Ring Road Sudah Dilalui Banyak Kendaraan
"Kebun kopi tentu harus dirawat, dipupuk dan distek agar hasil produktivitasnya meningkat, ini menggunakan modal. Kalau harga turun, tentu tidak sebanding dengan modal yang sudah dikeluarkan oleh petani," ungkap Mustika.
BACA JUGA:Hanya Dengan Menonton Video Dibayar Saldo DANA Rp125.000
BACA JUGA:Setelah 6 Tahun Buronan, Pelarian Tersangka Pembobolan Konter Menara Cell Kepahiang Diakhiri Polisi
Sebelumnya, salah satu pengusaha kopi asal Kabupaten Kepahiang Nendi Sepriadi, S.Sos mengatakan jika di gudang nya masih membeli kopi dengan kualitas terbaik diangka Rp53.000 perkilogram.
BACA JUGA:Habis Masa Jabatan, 37 Desa Dipastikan Mulai Pilkades Tahun Depan
Sumber:










