Rp 2 Miliar Anggaran Hortikultura Dihabiskan Untuk Pembibitan

Rp 2 Miliar Anggaran Hortikultura Dihabiskan Untuk Pembibitan

Bantuan bibit Bawang dari Bidang Hortikultura 2022 kepada Desa Bandung Baru yang disalurkan Februari lalu--

RK ONLINE - Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya (2021), 2022 ini Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, kembali mendapatkan pengalokasian anggaran dengan jumlah yang spektakuler, yakni Rp 2 miliar. Begitu juga dengan realisasinya, Rp 2 miliar yang dikucurkan, semuannya dihabiskan hanya untuk pembibitan dan beberapa produk pertanian lainnya.

BACA JUGA:683 Izin, Sektor Kesehatan Mendominasi

Dikatakan anggaran yang mereka terima tahun ini tidak jauh berbeda dengan anggaran yang diterima pada tahun 2021 lalu. Begitupula dengan programnya yang juga nyaris sama dengan program tahun lalu.

 

"Iya benar, Februari lalu kami sudah menerima DIPAnya. Programnya dan nominal anggarannya juga tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, Rp 2 miliar," terang Kabid Hortikultura Dispertan Kabupaten Kepahiang, Budi, SP, Kamis (4/7/22). 

 

Untuk 2021 lalu, dengan anggaran yang sama Bidang Hortikultura ini merealisasikannya dengan pengadaan bibit Cabe 25 Ha, Bawang Merah 30 Ha, Jahe 5 Ha, Alpokat 60 Ha dan bibit Kelengkeng 10 Ha. Sedangkan untuk 2022 ini, Budi memaparkan kalau program yang dijalankan Hortikultura dengan anggaran ini adalah penyaluran pengadaan bantuan bibit Cabe 30 Ha, Bawang Merah 20 Ha, bibit Alpukat 30 Ha, Jeruk 30 Ha dan buah Kelengkeng 20 Ha.

 

"Tahun ini ada penambahan Bawang Putih dengan jumlah 10 Ha," bebernya.

BACA JUGA:WASPADA! Kosmetik Kadaluarsa Masih Beredar di Pasar Kepahiang

Dari berbagai jenis program ini, Budi mengakui kalau sampai saat ini yang terealisasi baru 3 program saja atau 50 persen dari total keseluruhannya. Yakni bantuan bibit Bawang Merah, Cabe dan Jeruk. Sedangkan 3 program lainnya seperti bibit buah Kelengkeng, Alpukat dan juga bibit Bawang Putih sampai saat ini belum direalisasikan.

 

"Selain bibit ada poin - poinnya (pengadaan) lain seperti mulsa dan pupuk organik," demikian Budi.

Sumber: