Tolak Dirapid Test, Pedagang Pasar Kepahiang Pilih Tutup Lapak

Tolak Dirapid Test, Pedagang Pasar Kepahiang Pilih Tutup Lapak

RK ONLINE - Tingkat partisipasi kalangan pedagang Pasar Kepahiang, dalam upaya ikut memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Kepahiang jauh dari harapan. Dua kali rapid test dilaksanakan, selalu saja minim diikuti pedagang. Selasa, (23/06/2020) sekitar pukul 09.30 WIB merupakan kali kedua rapid test dilakukan.  Kembali peminat rapid test masih sama seperti sebelumnya. Parahnya lagi, pedagang lebih memilih menutup lapak dagangan dan bergegas meninggalkan lokasi. Padahal dengan berkeliling petugas menyampaikan imbauan agar pedagang mengikuti rapid test yang diselenggarakan. Namun tetap saja harapan petugas medis bersama unsur TNI/Polri, Satpol PP dan BPBD dan TNI Polri tidak sesuai. Hingga akhirnya ada beberapa pedagang yang mau dirapid test setelah dibujuk dan diberi pengertian oleh petugas. "Saya takut hasilnya positif, diharuskan isolasi. Kalau sudah isolasi, tentu saya tidak bisa jualan lagi. Nantinya anak-anak saya mau makan apa," tolak salah satu pedagang sembari berlalu pergi. Alhasil, posko yang didirikan petugas di halaman Kantor Kelurahan Pensiunan tak seramai yang diharapkan. Petugas mendata, dari 300 pedagang Pasar Kepahiang sebagai sasaran pemetaan. Kurang dari setengahnya atau hanya 140 saja bersedia dirapid test. Jumlah itu setelah rapid test massal dilakukan 2 kali. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, Wisnu Irawan, S.Kep, MM ikut menyesalkan kondisi ini. Dikatakannya, dari rapid test Pasar Kepahiang pihaknya mendapati 2 pedagang masuk dalam daftar Orang Dalam Pantauan (ODP) setelah menunjukan hasil reaktif. Yakni, perempuan asal Kelurahan Padang Lekat berusia 54 tahun dan laki-laki berusia 52 tahun dari Kelurahan Pasar Ujung. "Tadi (Kemarin) kedua pedagang reaktif langsung kami sarankan agar tidak berjualan dan pulang melakukan isolasi mendiri. Besok (Hari ini) kami turun melakukan pengambilan sampel Swab," demikian Wisnu. Pewarta : Hendika Andesta  Editor     : Candra Hadinata   

Sumber: