Listrik Padam 24 Jam di Tebat Karai dan Desa Tertik, Warga Sesalkan Minimnya Informasi dan PLN Bungkam!
Listrik Padam 24 Jam di Tebat Karai dan Desa Tertik, Warga Sesalkan Minimnya Informasi dan PLN Bungkam!--Reka Fitriani
Radarkepahiang.id - Warga di wilayah Kelurahan Tebat Karai, Desa Tertik, dan sejumlah kawasan sekitarnya harus menghadapi situasi sulit setelah aliran listrik mengalami pemadaman total hingga 24 jam penuh, terhitung sejak Senin pagi (31/8/2026) hingga Selasa pagi (1/9/2026).
Pemadaman panjang ini praktis lumpuh total aktivitas harian masyarakat. Salah seorang warga setempat, Pratama (32), mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sangat mengganggu kelangsungan hidup dan rutinitas warga.
BACA JUGA:Bagus untuk Rambut, Ini Manfaat Menggunakan Ampas Kopi!
BACA JUGA:Bisa Digunakan Lewat Hp, Ini 5 Aplikasi Penghasil Uang Saldo DANA
Pekerjaan tertunda, aktivitas rumah tangga terhambat, anak-anak kesulitan belajar karena tidak ada penerangan, hingga para pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada pasokan listrik terpaksa gigit jari. Di tengah situasi serba gelap gulita tersebut, warga mengaku dibayangi ketidakpastian lantaran lamanya durasi pemadaman.
Masyarakat sebenarnya memahami jika gangguan teknis pada jaringan listrik sewaktu-waktu dapat terjadi.
BACA JUGA:Redakan Kulit Kering dan Stres, Gunakan Skincare Somethinc Ceraplump Series
BACA JUGA:Hasil Makeup On Point, Ini 5 Jenis Lipstik yang Perlu Kamu Kenali!
"Namun, yang paling disesalkan warga adalah lambatnya penanganan serta ketiadaan informasi transparan dari pihak berwenang. Pelanggan hanya bisa menunggu dalam gelap tanpa mengetahui secara pasti apa penyebab gangguan maupun kapan aliran listrik akan kembali normal hingga tadi pagi," ungkap Pratama.
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media untuk meminta penjelasan kepada Supervisor Pelayanan ULP PLN Rayon Kepahiang melalui pesan WhatsApp sejak Senin malam pun tak kunjung mendapatkan informasi terkait kendala kelistrikan tersebut.
BACA JUGA:Kuota Bedah Rumah Kecamatan Muara Kemumu Nol
BACA JUGA:Pemkab Kepahiang Evaluasi 1.725 PPPK, Berharap Gaji Ditanggung Pusat
Kondisi ini memicu kritik bahwa persoalan pelayanan publik harus menjadi catatan penting. Komunikasi yang baik dinilai sangat krusial untuk meredam keresahan serta mencegah munculnya spekulasi negatif di tengah masyarakat.
Sumber: