Hidup Terisolasi di Pelosok Muara Kemumu Kepahiang, Warga Jerit Ongkos Ojek Rp3.000/Kg hingga Gas Elpiji Rp65
Hidup Terisolasi di Pelosok Muara Kemumu Kepahiang, Warga Jerit Ongkos Ojek Rp3.000/Kg hingga Gas Elpiji Rp65 Ribu!--DOK/RK
Radarkepahiang.id - Akses jalan tanah yang rusak parah menjadi satu-satunya jalur keluar-masuk bagi warga di pelosok Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Di sejumlah titik, permukaan jalan tampak berupa tanah merah tanpa lapisan aspal dengan kontur yang tidak rata, berlubang, serta dipenuhi bekas aliran air.
Di tengah kawasan yang dikelilingi pepohonan dan perkebunan ini, sepeda motor menjadi andalan utama warga untuk melintas. Namun, kondisi jalan yang rusak bukan hanya menyulitkan mobilitas harian seperti anak-anak yang harus berjuang berjalan kaki menuju sekolah tetapi juga mendongkrak harga kebutuhan pokok akibat mahalnya ongkos angkut barang.
BACA JUGA:Jemaat HKBP Kepahiang Curhat ke Kajari: 3 Kali Ajukan Izin Belum Dapat Rekomendasi
BACA JUGA:Hanya dengan Menonton Iklan, Dapatkan DANA Gratis dengan Aplikasi Penghasil Uang
Ongkos Ojek Tembus Rp3.000 Per Kilogram
Susi, salah seorang warga Desa Langgar Jaya yang sudah tinggal di wilayah tersebut selama sekitar 12 tahun, merasakan betul dampak berat dari buruknya infrastruktur ini. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga biasanya berbelanja ke Desa Cinto Mandi.
Namun, barang-barang yang dibawa menuju tempat tinggal mereka harus dikenakan ongkos tambahan yang cukup tinggi, yakni sekitar Rp3.000 per kilogram dan sangat bergantung pada kondisi cuaca.
BACA JUGA:Auto Glowing, Ini Pilihan Moisturizer Terbaik untuk Kulit Wajah Berminyak dan Bebas Kusam!
BACA JUGA:Masih Dikelilingi Asap Kabut, DLH Kepahiang: Cek Kualitas Udara Kewenangan Pusat!
"Kebutuhan sehari-hari kami membeli di Desa Cinto Mandi dengan harga yang lebih mahal karena ojeknya yang mahal sekitar Rp3.000 per kilogramnya dan tergantung kondisi cuaca juga," keluh Susi.
Tak hanya itu, Susi menyebutkan bahwa kondisi jalan yang rusak parah juga kerap merusak kendaraan warga, sehingga pengeluaran semakin membengkak.
"Terkadang motornya rusak, biayanya jadi lebih mahal karena akses jalan ini yang rusak belum dibangun-bangun. Janji saja, tapi sampai kini belum ada perbaikan," ujarnya bernada kecewa.
BACA JUGA:Tampilan Flawless Makeup, Ini 3 Rekomendasi Primer Spray dari Brand Lokal
Sumber: