Harga Sayuran Meroket di Kepahiang, Pedagang Makanan Kurangi Porsi demi Bertahan
Harga Sayuran Meroket di Kepahiang, Pedagang Makanan Kurangi Porsi demi Bertahan--DOK/RK
Radarkepahiang.id — Kenaikan harga berbagai jenis sayuran dan bumbu dapur di Kabupaten Kepahiang mulai berdampak langsung pada pelaku usaha kuliner. Sejumlah pedagang makanan mengaku kesulitan memutar modal karena hampir seluruh bahan baku mengalami lonjakan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Dampak ini salah satunya dirasakan oleh Nurhayati (52), seorang pedagang warung makan di Kabupaten Kepahiang. Menurutnya, kenaikan harga terjadi secara menyeluruh pada berbagai komoditas penting.
BACA JUGA:Sikat Kos-kosan
BACA JUGA:Untuk Kulit Berminyak, Berjerawat dan Komedo, Ini Rekomendasi 4 Sabun Cuci Muka
"Segala jenis sayuran naik, seperti cabai merah, cabai rawit, segala macam pucuk sayur, termasuk bawang merah dan bawang putih," ucap Nurhayati.
Ia menjelaskan, harga cabai merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp25.000 per kilogram kini naik drastis menjadi Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit melonjak dari Rp30.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.
BACA JUGA:Jalan Lintas Bengkulu-Pagaralam
BACA JUGA:Targetkan Pembangunan Mako Brimob & YTP Yonif, Pemkab Kepahiang Terkendala Status Lahan Eks HGU
Tak hanya itu, harga sayuran yang sebelumnya dijual sekitar Rp2.000 per ikat kini mencapai Rp4.000 per ikat. Sedangkan komoditas bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan dari Rp36.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.
Kenaikan harga bahan baku tersebut membuat para pedagang makanan harus memutar otak agar usaha tetap bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi.
Sumber: