Antrean Truk Makan Badan Jalan Ring Road Kepahiang, Sopir Nginap Demi Solar Bersubsidi
Antrean Truk Makan Badan Jalan Ring Road Kepahiang, Sopir Nginap Demi Solar Bersubsidi--Reka Fitriani
Radarkepahiang.id – Pemandangan tidak biasa terlihat di kawasan Jalan Ringroad, tepatnya di samping Masjid Agung Baitul Hikmah, Kabupaten Kepahiang dalam beberapa hari terakhir. Ruas jalan alternatif tersebut kini berubah fungsi menjadi lokasi parkir panjang puluhan kendaraan truk angkutan barang.
Pantauan radarkepahiang.id di lokasi, Rabu 1 Juli 2026, antrean truk terlihat mengular di sepanjang bahu jalan. Para sopir terpaksa memarkirkan kendaraannya di sana demi menunggu giliran untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi di SPBU Kelobak.
BACA JUGA:Kulit Lembut Seharian, Ini Rekomendasi Handbody
Bahkan, tidak sedikit sopir yang mengaku telah bertahan di lokasi sejak beberapa hari lalu. Mereka rela menginap di dalam kabin truk demi mempertahankan posisi antrean agar tidak terlewat saat distribusi BBM dimulai.
Meski kawasan Ringroad menjadi jauh lebih padat, arus lalu lintas terpantau masih bisa dilalui. Namun, para pengguna jalan tetap diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas di area tersebut.
BACA JUGA:Agar Hidup Lebih Tenang, Ini Tips Menghadapi Rasa Shame
Pengawas SPBU Kelobak, Fuji, membenarkan adanya lonjakan antrean yang signifikan. Ia menyebut, mayoritas kendaraan yang mengantre bukan merupakan warga lokal Kabupaten Kepahiang.
"Iya, memang sudah beberapa hari ini antreannya cukup panjang. Kalau dilihat dari pelat kendaraannya, banyak yang berasal dari luar Kabupaten Kepahiang," ujar Fuji kepada radarkepahiang.id.
BACA JUGA:Menu MBG Terkontaminasi Bakteri, Kepala SPPG Diperiksa Polisi!
BACA JUGA:Protein Powder Comparison, Pilihan Suplemen Terbaik untuk Tubuh!
Lebih lanjut, Fuji membeberkan dugaan penyebab membeludaknya kendaraan luar daerah di SPBU Kelobak. Diduga, hal ini terjadi karena adanya pembatasan pembelian BBM subsidi di wilayah lain, sehingga para sopir memilih mencari pasokan hingga ke Kabupaten Kepahiang.
"Di daerah lain sudah ada pembatasan pembelian solar subsidi. Kemungkinan karena itu mereka bergeser mengisi BBM di sini," ungkapnya.
Sumber: