Pelaku Homoseksual Sulit Ditracking, HIV/AIDS di Kepahiang Bak 'Fenomena Gunung Es'
Kepala Dinkes Kepahiang, Dr. H. Tajri Fauzan, S.KM, M.Si--JIMMY/RK
Radarkepahiang.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang baru saja mencatat ada 6 penambahan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di tanah bumei sehasen. Keenam kasus tersebut ditemukan sejak periode Januari-April 2026 ini. Maraknya kasus HIV di Kabupaten Kepahiang ini menjadi perhatian serius, mengingat setiap tahunnya selalu ada saja kasus baru yang ditemukan.
Bahkan, Kepala Dinkes Kepahiang, Dr. H. Tajri Fauzan, S.KM, M.Si mengatakan bahwa, kasus HIV di Kabupaten Kepahiang ini bak sebuah fenomena gunung es. Disebutkan demikian lantaran, kasus HIV di Kabupaten Kepahiang masih belum diungkap secara keseluruhan.
Tajri memperkirakan, masih banyak kasus HIV di Kabupaten Kepahiang yang tidak terdeteksi oleh petugas kesehatan. Hal ini lantaran ada banyak pasien yang terpapar, namun enggan berobat lantaran malu atau karena alasan lainnya.
"Jadi kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Kepahiang ini, bagaikan fenomena gunung es ya. Mungkin saja masih banyak penderita di luar sana yang belum berobat sama sekali, sehingga kita tidak bisa mendeteksinya. Kita tidak tahu juga apa alasannya, mungkin saja karena malu atau karena alasan lainnya," ujar Tajri.
BACA JUGA:Dinkes Lebong Tangani 20 Kasus HIV/AIDS
Menurut Tajri, salah satu hal yang membuat pihaknya kesulitan dalam melakukan tracking kasus HIV ini adalah, adanya sejumlah pasien yang enggan jujur kepada tim medis.
Salah satu contoh yang ia berikan adalah, pasien HIV yang sebelumnya terpapar karena perilaku penyuka sesama jenis atau yang biasa dikenal dengan sebutan Homoseksual. Penderita enggan mengaku dengan siapa saja ia sudah bermain, kalaupun mengaku, lawan main dari si penderita enggan untuk berkonsultasi ke petugas kesehatan. Lawan main yang enggan berkonsultasi tadi, mungkin saja telah melakukan hubungan seksual dengan orang lain. Sehingga hal tersebut menurut Tajri, bisa saja menjadi biang timbulnya kasus-kasus HIV yang baru.
"Kasus seperti ini, tentu harus ditracking sejak awal. Kita harus cari dengan siapa ia berhubungan, kemudian lawannya sudah berhubungan dengan siapa saja, sehingga orang-orang tersebut harus diperiksa apakah sudah tertular atau tidak," sambungnya.
Sekadar mengulas kembali bahwa, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang mengonfirmasi adanya penambahan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di wilayah tersebut sepanjang tahun 2026. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 6 kasus baru yang berhasil terdata oleh tim kesehatan.
BACA JUGA:1 Bayi di Kepahiang Terdeteksi HIV/AIDS, Total Ada 6 Kasus Baru!
Dari jumlah tersebut, satu kasus yang paling menyita perhatian adalah ditemukannya seorang bayi yang terdeteksi positif HIV. Bayi tersebut diduga tertular dari orang tuanya yang sebelumnya telah lebih dulu mengidap virus tersebut.
Kepala Dinkes Kepahiang, H. Tajri Fauzan, S.KM., M.Si., menyampaikan bahwa seluruh pasien yang terkonfirmasi saat ini masih berada dalam pengawasan intensif tenaga medis.
“Untuk tahun ini sudah ada 6 kasus yang terdata. Semuanya masih dalam pengawasan tim medis,” ungkap Tajri.
BACA JUGA:Gawat! Pengidap HIV/AIDS di Kepahiang Meningkat, Pemuda dan Remaja Mengkhawatirkan!
Sumber:




