Polres Kepahiang Selidiki Dugaan Keracunan MBG di SDN 18 Kepahiang!
Polres Kepahiang Selidiki Dugaan Keracunan MBG di SDN 18 Kepahiang!--Reka Fitriani
Radarkepahiang.id - Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, S.H S.Ik MH memastikan pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait insiden dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa belasan pelajar di SD Negeri 18 Kepahiang, guru dan penjaga sekolah. Langkah penyelidikan yang dilakukan, kata Kapolres Yuriko, diantaranya mengamankan sisa makanan dan mengambil sampel makanan dari program MBG untuk di uji oleh laboratorium
Kapolres Kepahiang menyebutkan, dapur SPPG yang menyalurkan MBG ke SDN 18 Kepahiang menaungi sebanyak 1.700 penerima manfaat, artinya selain SDN 18 Kepahiang, SPPG ini menaungi 4 sekolah lainnya di lokasi terdekat. Hanya saja, korban dugaan keracunan setelah menyantap MBG ini dari SDN 18 Kepahiang saja.
BACA JUGA:Tinjau Pelajar Korban Keracunan, Dikbud Minta Penyaluran MBG Sesuai SOP!
BACA JUGA:Bandel! 2 Perusahaan Telekomunikasi Nunggak Pajak PBB, BKD Gandeng Kejari Kepahiang
"Ada 16 orang yang terindikasi keracunan makanan MBG, pelajar, guru dan penjaga sekolah SDN 18 Kepahiang, kita akan memeriksa hasil lab dan makanan. Meninjau sekolah dan dapur SPPG apakah adanya kontaminasi yang menyebabkan indikasi keracunan makanan ini," jelas Kapolres.
Terkait dengan pemberhentian sementara penyaluran MBG dari SPPG tersebut, dikatakan Kapolres Kepahiang, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait dengan prosedur lanjutan pasca kejadian indikasi keracunan yang terjadi.
"Apakah diberhentikan sementara penyaluran MBG, nanti kita koordinasikan ke BGN," ujar Kapolres.
BACA JUGA:219 Guru di Kepahiang Belum Terima Tunjangan Sertifikasi TA 2025, Ini Kata Dikbud!
BACA JUGA:Jangan Menunda Pekerjaan, Ini 3 Cara Mengatasi Prokratinasi agar Lebih Produktif
Disisi lain, lanjut Kapolres dalam rangka penyelidikan indikasi dugaan keracunan makanan MBG ini, pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Diantaranya meminta keterangan dari sejumlah pihak, termasuk siswa yang terdampak, pihak sekolah, serta penyedia atau pengelola makanan.
Sumber:



