BPOM: Rutin Minum Obat Tanpa Resep Dokter dan Jamu Bisa Picu Gagal Ginjal
BPOM: Rutin Minum Obat Tanpa Resep Dokter dan Jamu Bisa Picu Gagal Ginjal--Reka Fitriani
Radarkepahiang.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memberikan peringatan tegas pada masyarakat mengenai bahaya penggunaan obat-obatan yang dilakukan terus menerus tanpa resep dokter. Kepala BPOM Rejang Lebong Pupa Feshirawan Putra, S.Farm Apt kebiasaan dapat memicu gagal ginjal akut ataupun kronis karena ginjal dipaksa bekerja esktrea untuk menyaring residu obat-obatan tersebut.
BACA JUGA:Sidak BPOM dan Tipidter, Polres Kepahiang Sita Ratusan Merk Obat dan Jamu Ilegal
BACA JUGA:Kepahiang Kekurangan Armada Angkutan Sampah, Dinas LH: APBD Tak Mampu, Usulkan ke Pusat!
Ini disampaikan Pupa saat press realese bersama dengan Satreskrim Polres Kepahiang pasca melakukan penindakan terhadap pedagang obat ilegal di pasar kalangan Pasar Senin Benuang Galing Kecamatan Seberang Musi Senin 27 April 2026. Dari penindakan tersebut, BPOM dan Tipidter Polres Kepahiang mengamankan sebanyak 3 pedagang beserta 187 merk obat dengan jumlah 1.629 butir dan 40 item jamu herbal 582 bungkus yang ada di wilayah Kabupaten Kepahiang.
BACA JUGA:Dana BOK Puskesmas TA 2026 Berkurang, Dampak Tak Terserap 25 Persen Tahun Lalu!
BACA JUGA:Tersangka 'Paman Penakluk Naga' Terancam Dikenakan Pasal Berlapis!
"Dampak negatif mengonsumsi obat keras tanpa resep dokter akan membahayakan kesehatan, karena harus berdasarkan diagnosa dokter," tegas Pupa.
Selain itu, dijelaskan Pupa mengonsumsi jamu herbal yang didalamnya mengandung obat kimia juga berdampak buruk bagi kesehatan, seperti obat kuat yang mengandung Sildenafil (Viagra), Tadalafil (Cialis), dan Vardenafil (Levitra).
BACA JUGA:Jejak Guru Muda Asal Kepahiang Raih Gelar Doktor di Usia 32 Tahun
BACA JUGA:Pernikahan Dini di Kepahiang Masih Tinggi, Picu Angka Stunting Meruncing
"Ditemukannya jamu herbal yang mengandung kimia Sildenafil (Viagra), Tadalafil (Cialis), dan Vardenafil (Levitra) ini biasa 3 zat ini untuk orang yang mengalami diabet, biasanya digunakan sebagai obat kuat untuk memacu jantung. Efek buruknya bagi kesehatan adalah kerusakan saraf dan gagal ginjal," jelas Pupa.
Sumber:




