Bakar Lemak dengan Jalan Kaki, Kenali Japanese Walking

Minggu 18-10-2026,12:24 WIB
Reporter : Reka Fitriani
Editor : Hendika

Radarkepahiang.id - Jalan kaki menjadi salah satu olahraga sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, bagi yang ingin meningkatkan intensitas latihan tanpa harus berlari, metode Japanese walking atau Interval Walking Training (IWT) bisa menjadi pilihan.

BACA JUGA:Bisa Coba Gratis, Ini 5 Aplikasi Penghasil Game Saldo DANA

BACA JUGA:Cegah Kerutan dan Flek Hitam Usia 40 ke Atas, Ini 3 Sunscreen Wardah

Japanese walking merupakan teknik berjalan kaki yang mengombinasikan interval jalan cepat dan jalan lambat. Dibandingkan dengan jalan kaki biasa, Japanese walking berpotensi membakar lebih banyak lemak.Bagaimana Cara Melakukan Japanese Walking?

 

Japanese walking merupakan metode olahraga yang dirancang secara ilmiah. Bukan dengan cara berjalan santai, olahraga ini dilakukan dengan menggabungkan jalan cepat dan jalan lambat.

BACA JUGA:Tips Ubah Limit Resmi 2026, Cara Aman Cairkan DANA Cicil Jadi Saldo DANA

3 menit berjalan cepat3 menit berjalan lambat

Ula ngi siklus tersebut selama 30 menitMenurut Guru Besar Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat UGM, Prof Dr dr Denny Agustianingsih, M.Kes, AIFM, Japanese walking bermanfaat bagi kebugaran tubuh. Jenis olahraga ini berpengaruh pada kebugaran jantung, paru-paru, dan metabolisme tubuh, sama seperti olahraga endurance atau ketahanan lainnya.

BACA JUGA:Kunci Peran Tersangka F dalam Tragedi Telaga Hijau, JPU Koordinasi Penyidik Gelar Rekonstruksi!


Akan tetapi, manfaat terhadap kebugaran dan kesehatan bisa diperoleh secara optimal jika dilakukan dengan dosis yang tepat.

"Tepat yang dimaksud adalah jalan dilakukan selang-seling antara jalan cepat dengan jalan biasa. Pada saat berjalan cepat, beban terhadap sistem tubuh harus mencapai beban sedang hingga tinggi," ujarnya dikutip dari laman Universitas Gadjah Mada.

BACA JUGA:Dugaan Korupsi MCK Rp2,3 Miliar Dinas PUPR Kepahiang: Kejari Beri Sinyal Tersangka Baru!

Menurutnya, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengukur apakah teknik yang dilakukan sudah tepat, yaitu:

1. Metode Talk Test

Metode talk test dilakukan dengan berjalan cepat sampai tidak mampu berbicara dalam kalimat panjang tanpa terputus-putus. Jika masih bisa bercerita panjang atau bahkan bernyanyi, kecepatan harus ditambah, tetapi bukan berlari.

BACA JUGA:Tips Ubah Limit Resmi 2026, Cara Aman Cairkan DANA Cicil Jadi Saldo DANA

2. Gunakan Smartwatch

Jika menggunakan smartwatch, ketika berjalan cepat, peningkatan denyut nadi harus mencapai level ketiga. Sementara saat berjalan biasa, denyut nadi berada di level paling bawah.Apa yang Membuat Japanese Walking Istimewa?


Menurut salah satu profesor yang mengembangkan metode ini, Dr Hiroshi Nore, Japanese walking dirancang untuk membuat jalan kaki lebih bermanfaat bagi pembakaran lemak dan kesehatan kardiovaskular. Hal ini terutama bisa memberikan manfaat bagi orang-orang dengan gaya hidup kurang aktif dan lansia.

BACA JUGA:Kunci Peran Tersangka F dalam Tragedi Telaga Hijau, JPU Koordinasi Penyidik Gelar Rekonstruksi!

Pergantian antara jalan cepat dan lambat membuat teknik Japanese walking istimewa.Interval cepat meningkatkan detak jantung dan membakar lemak, sementara fase lambat memungkinkan pemulihan, tetapi tetap menjaga metabolisme.

Adanya efek pembakaran kalori setelah berjalan. Artinya, tubuh terus membakar kalori selama beberapa waktu setelah berjalan.Mitokondria yang aktif meningkatkan produksi energi, daya tahan, dan metabolisme lemak.

BACA JUGA:Dugaan Korupsi MCK Rp2,3 Miliar Dinas PUPR Kepahiang: Kejari Beri Sinyal Tersangka Baru!


Japanese Walking Bisa Bakar Lebih Banyak Lemak dan Kalori dari Jalan Kaki Biasa?Dikutip dari laman Health, Profesor Kedokteran di Weill Cornell Medical College, Rekha B. Kumar, mengatakan Japanese walking berpotensi membantu membakar lebih banyak kalori dan lemak dibandingkan berjalan dengan kecepatan konstan, meskipun hal tersebut bergantung pada intensitas dan frekuensi latihan.

Senada dengan hal tersebut, dikutip dari laman WebMD, seorang ahli bedah ortopedi dan kepala kedokteran olahraga, Shawn G Antony, mengatakan bahwa seseorang akan membakar lebih banyak kalori dibandingkan jalan kaki biasa. Sebab, pada Japanese walking, lebih banyak energi yang dikeluarkan.

Seiring waktu, hal ini bisa berkontribusi pada penurunan berat badan jika dipadukan dengan pola makan sehat.Sementara itu, menurut pelatih nutrisi dan penurunan berat badan, Christina Brown, MS, CPT, jalan kaki ini bisa memberi manfaat bagi seseorang yang mengalami stagnasi penurunan berat badan.

Kategori :