Radarkepahiang.id - Menurunkan berat badan bukan perkara mudah. Dibutuhkan konsistensi dalam menerapkan pola makan seimbang, rutin berolahraga, serta menjalani gaya hidup sehat.
Selain makanan, minuman yang dikonsumsi sehari-hari juga perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan.Salah satu minuman yang kerap menjadi pilihan adalah teh.
BACA JUGA:“Kasih Aba-Aba 2.0” Naykilla dan Tenxi Curi Perhatian di Shopee 9.9 Super Shopping Day
BACA JUGA:Kolaborasi Kejari dan Pemkab Kepahiang: Hadirkan Pesta Rakyat Sekaligus Ruang Promosi Produk Lokal
Beberapa jenis teh mengandung senyawa seperti katekin dan polifenol yang memiliki sifat antioksidan. Teh juga umumnya rendah atau bahkan tidak mengandung kalori apabila dikonsumsi tanpa tambahan gula.
1. Teh hijauTeh hijau mungkin salah satu teh paling terkenal untuk membakar lemak perut.
Menurut studi tahun 2022 yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health, peserta yang mengonsumsi teh hijau dalam jumlah besar memiliki risiko 44% lebih rendah terkena obesitas dibandingkan peserta yang tidak minum teh hijau.
Sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam Physiology & Behavior menemukan bahwa peserta obesitas yang secara teratur minum teh hijau kehilangan lebih banyak berat badan secara keseluruhan dibandingkan peserta yang tidak minum teh hijau sama sekali.
BACA JUGA:Jaga Kulit Bebas Garis Halus, Ini 4 Hydrating Toner Anti-Aging
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar khasiat penurunan berat badan disebabkan oleh kayanya polifenol, dan subkelompok polifenol yang dikenal sebagai katekin.
Katekin paling melimpah yang ditemukan dalam teh hijau adalah ECGC, yang dikaitkan dengan percepatan metabolisme.
2. Teh oolongTeh lain yang terbukti membantu mengatasi lemak perut adalah teh oolong. Teh ini berasal dari daun yang sama dengan teh hijau dan teh hitam, tetapi teh tersebut teroksidasi sebagian, sedangkan teh hijau tidak teroksidasi, dan teh hitam mengalami oksidasi penuh.
Oolong dibuat dengan cara menjemur daun teh di bawah sinar matahari hingga layu dan menggulung. Penelitian menunjukkan bahwa teh oolong juga mengandung polifenol yang dikaitkan dengan metabolisme lebih cepat dan mengurangi lemak perut.
BACA JUGA:Janji Manis Masuk PNS Berujung Bui, Warga Kepahiang Laporkan Oknum PNS Usai Rugi Ratusan Juta
Sebuah penelitian pada hewan yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition menunjukkan bahwa polifenol dalam teh hijau, hitam, dan oolong semuanya memiliki kemampuan untuk membantu menurunkan jaringan lemak visceral.Sebuah studi tahun 2020 dari Universitas Tsukuba bahkan menemukan bahwa teh oolong meningkatkan pemecahan lemak sekitar 20%, dan terus meningkat saat partisipan tidur.
BACA JUGA:Rumah Warga Desa Kelilik Dilalap Si Jago Merah, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta
3. Teh hitamPenggemar chai, teh sarapan ala Inggris, dan Earl Grey (semua jenis teh hitam) akan senang mengetahui bahwa penelitian telah menemukan hubungan teh hitam dengan penurunan berat badan dan pengurangan lemak visceral. Laporan tahun 2016 yang diterbitkan dalam jurnal Molecules mengatakan bahwa polifenol yang ditemukan dalam teh hitam memiliki sifat anti-obesitas dan dapat membantu mengurangi berat badan dan lemak visceral, sedangkan penelitian pada hewan yang disebutkan sebelumnya dari The Journal of Nutrition mencakup teh hitam bersama oolong dan hijau karena pengaruhnya terhadap lemak perut.
BACA JUGA:Rianto Ade Putra Resmi Jabat Kasi Datun Kejari Kepahiang, Siap Perkuat Pelayanan Hukum Masyarakat
Peserta dari studi tahun 2014 yang diterbitkan di Food & Function yang minum tiga cangkir teh hitam setiap hari selama tiga bulan mengalami lebih banyak penurunan berat badan dan pengurangan lingkar pinggang dibandingkan mereka yang tidak minum teh.
4. Teh putihSelanjutnya adalah teh putih, yang dikenal sebagai jenis teh yang paling lembut dan paling sedikit diproses.Teh putih bersama dengan teh hijau dan oolong telah terbukti mempercepat metabolisme dan meningkatkan oksidasi lemak, yang dapat membantu penurunan atau pengelolaan berat badan secara keseluruhan.
BACA JUGA:Sentuh Masyarakat Luas, RSUD Kepahiang Rayakan HUT ke-22 Lewat Baksos Operasi Bibir Sumbing
Laporan tahun 2023 baru-baru ini yang diterbitkan di Food Safety & Health juga menyimpulkan bahwa teh putih memiliki dampak menguntungkan pada penurunan berat badan dan khususnya lemak visceral.
5. Teh pu-erhTeh pu-erh dibuat dari daun dan batang tanaman Camellia sinensis, yang merupakan tanaman yang sama untuk membuat teh hijau, oolong, dan hitam. Meskipun sumber tanaman yang digunakan sama, akan tetapi hasil teh yang diproduksi akan berbeda apabila menggunakan proses yang berbeda.
BACA JUGA:Kasus 'Paman Penakluk Naga', Untuk Bertahan Keluarga Korban Terpaksa Lelang Aset yang Ada
Teh ini juga ampuh dalam penurunan berat badan atau pengurangan lemak dalam beberapa penelitian.Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan di Phytotherapy Research menemukan bahwa peserta pria dengan sindrom metabolik yang meminum teh pu-erh mengalami sedikit penurunan lemak tubuh dan BMI.