Radarkepahiang.id - Pasca terindikasi keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kamis 6 Juni 2026, penyaluran MBG ke SD Negeri 18 Kepahiang akan diberhentikan sementara waktu. Kepala SD Negeri 18 Pipi Junita menyebutkan, ini berdasarkan informasi yang diterima pihaknya dari pihak SPPG yang menyalurkan program makanan bergizi gratis.
BACA JUGA:Kasus Korupsi Pengadaan UPS, Eks Dirut RSUD Kepahiang dan DPO Kontraktor Divonis 3 Tahun Penjara
BACA JUGA:Polres Kepahiang Selidiki Dugaan Keracunan MBG di SDN 18 Kepahiang!
Dijelaskan Pipi, setelah mendapatkan penanganan medis dari Puskesmas Kelobak dan Puskesmas Pasar Kepahiang sejumlah total 16 korban terindikasi keracunan makanan MBG, yang terdiri dari pelajar, guru dan penjaga sekolah sudah pulang untuk mendapatkan pemulihan kesehatan.
"Anak-anak yang tadi ditangani perawatan medisnya sudah berangsur pulih, sementara untuk ke depannya penyaluran MBG distop sementara sampai SPPG mendapatkan izin kembali dari BGN," jelas Pipi, Kamis 4 Juni 2026.
BACA JUGA:Bandel! 2 Perusahaan Telekomunikasi Nunggak Pajak PBB, BKD Gandeng Kejari Kepahiang
BACA JUGA:219 Guru di Kepahiang Belum Terima Tunjangan Sertifikasi TA 2025, Ini Kata Dikbud!
Dikatakan Pipi, sesuai dengan jadwal aktivitas belajar mengajar, Kamis 4 Juni 2026 merupakan hari terakhir peserta didik mengikuti ujian, sehingga dipastikan hari berikutnya memasuki masa renggang aktivitas KBM.
"Kami akan memastikan kondisi peserta didik berangsur pulih setelah mendapatkan perawatan," ujar Pipi.
Untuk diketahui, 16 korban terindikasi keracunan ini rata-rata mengalami gejala gatal, pusing, mual dan sesak nafas usah menyantap MBG dengan menu perkedel, nasi, sambal telur, tumis kol dan buah salak. Berikut rincian data korban.
BACA JUGA:Jangan Menunda Pekerjaan, Ini 3 Cara Mengatasi Prokratinasi agar Lebih Produktif
1. Olif Aprianta (9) MBG yang dimakan telur, sambal, perkedel dan nasi, gejala yang dirasakan setelah 2 jam muntah.