Sudah Defisit Kalori, Berat Badan Tak Kunjung Turun?

Kamis 28-05-2026,14:56 WIB
Reporter : Reka Fitriani
Editor : Hendika

Radarkepahiang.id - Menjalani diet untuk menurunkan berat badan bukan sesuatu yang mudah bagi sebagian orang. Padahal berbagai cara sudah dilakukan, mulai dari metode diet hingga mencoba berbagai macam olahraga. Namun, hasilnya berat badan badan sulit turun!

BACA JUGA:Pelantikan PAW Andrian Defandra Diagendakan Akhir Juni Ini

BACA JUGA:Ditengah Efesiensi Anggaran, Pemkab Kepahiang Prioritaskan Revitalisasi Taman Kota

Kesulitan dalam menurunkan berat badan mungkin terjadi karena sebab yang tidak Anda sadari. Misalnya metode diet yang Anda terapkan atau olahraga yang kurang maksimal. Lebih jelasnya ketahui penyebab mengapa Anda sulit menurunkan berat badan meskipun sudah melakukan berbagai cara yang akan dijelaskan di bawah ini.


Penyebab Berat Badan Sulit Turun Walaupun Sudah Diet


Jika Anda makan dengan sehat dan rajin berolahraga tetapi berat badan tidak kunjung turun, mungkin ada alasannya. Maka dari itu, cari tahu penyebabnya agar membantu program penurunan berat badan Anda. 
Nerikut ini berbagai faktor yang mungkin meyebabkan berat badan susah turun, di antaranya:

BACA JUGA:OPD Dilingkungan Pemkab Kepahiang Bakal Dirampingkan, Regulasinya di Usulkan ke DPRD

BACA JUGA:Bupati Kepahiang Kembalikan Biaya Perjalanan Dinas Mencapai Rp500 Juta, Zurdi Nata: Harus Diikuti Kepala Dinas


1. Keturunan
Keturunan atau genetik merupakan faktor yang menyebabkan Anda lebih sulit untuk menurunkan berat badan. Gen berkaitan dengan sesuatu yang Anda warisi dari kedua orang tua.


Penelitian yang dilakukan pada kembar di Swedia menunjukkan bahwa gen menyumbang sekitar 70 persen variasi berat badan manusia, dan ini pengaruhnya cukup besar.


Meskipun Anda tidak memiliki kendali atas gen, tetapi bukan berarti Anda patah semangat untuk memiliki tubuh sehat dan ramping. Justru Anda perlu usaha lebih untuk menurunkan berat badan.

BACA JUGA:Jemaah Kepahiang Sudah Melaksaakan Wukuf, Kini Tengah Melontar Jumrah!

BACA JUGA:Sudah Ditangkap, ASN RSUD Kepahiang Diduga Tersandung Kasus Narkoba!

2. Makan Tidak Teratur
Melewatkan sarapan atau telat makan siang dapat menyebabkan metabolisme melambat, yang bisa mengakibatkan penambahan berat badan atau mempersulit penurunan berat badan. 


Saat Anda melewatkan makan atau tidak makan dalam waktu lama, tubuh masuk ke mode untuk bertahan hidup. Hal ini dapat menyebabkan sel dan tubuh menginginkan makanan yang menyebabkan Anda makan banyak. Sudah kita ketahui bersama bahwa makan banyak dapat meningkatkan berat badan.

BACA JUGA:Tren Kenaikan Unduhan Aplikasi Penghasil Game Saldo DANA

BACA JUGA:Agar Kulit Cerah dan Mulus, Ini Manfaat Air Mawar!


3. Tidak Memerhatikan Nutrisi Makanan
Orang yang menjalani diet biasanya memfokuskan seluruh energinya untuk membakar kalori dan mungkin tidak meluangkan waktu untuk mempertimbangkan apa yang mereka makan sebagai sumber energi. Hal ini membuat Anda bisa menambah berat badan alih-alih menurunkannya jika mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang Anda bakar.

BACA JUGA:Solusi Ramah Lingkungan untuk Media Semai, Ini Cara Membuat Polybag dari Daun Mangga!


Pastikan Anda mengonsumsi cukup kalori untuk mengatur berat badan saat aktif secara fisik. Jumlah kalori akan berbeda berdasarkan usia, tinggi badan, dan tingkat aktivitas.


Usahakan untuk melakukan pola diet seimbang yang mencakup hal-hal berikut: 
Buah-buahan dan sayur-sayuran.


Batasi tambahan gula, natrium, lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol.
Berbagai sumber protein, mulai dari kacang-kacangan dan biji-bijian hingga seafood dan telur.


Biji-bijian utuh.


4. Mengonsumsi Gula Tersembunyi


Program diet penurunan berat badan diharuskan untuk menghindari asupan gula dari makanan seperti kue, cokelat, dan minuman bersoda. Namun, ini juga berlaku untuk minuman sehat seperti vitaminwater yang juga mengandung gula.
Meskipun menyehatkan, jus buah pun sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah banyak. Satu gelas saja bisa mengandung jumlah gula yang sama dengan beberapa potong buah utuh.

BACA JUGA:Harga Plastik Mulai Turun, Daya Beli Konsumen Masih Menurun!


Makanan lainnya yang mengandung gula tersembunyi, termasuk sereal untuk sarapan, yoghurt, produk susu dan olahannya, makanan cepat saji, makanan olahan, dan minuman berenergi.


5. Stres Berlebihan
Saat mengalami stres, produksi kortisol (hormon stres) melonjak. Hormon kortisol terlibat dalam proses yang memberi otot energi untuk bergerak. Kortisol juga menimbulkan efek negatif, seperti lemak yang membutuhkan waktu lama untuk hilang. 


Tubuh mungkin akan memproduksi kortisol berlebih jika Anda mengalami stres atau kecemasan yang luar biasa, kurang istirahat, berolahraga terlalu intens, dan kurang tidur.


Jika stres adalah penyebab penurunan berat badan terasa sulit, segera ambil langkah untuk meredakan stres. Bila stres atau kecemasan terasa tidak terkendali, sebaiknya konsultasikan dengan ahli kesehatan mental.

6. Kurang Tidur


Sebagian besar orang dewasa biasanya membutuhkan waktu sekitar 7-9 jam tidur setiap malam. Tidur yang cukup menyehatkan secara keseluruhan, sebaliknya kurang tidur secara konsisten dapat menyebabkan penambahan berat badan.
Penelitian telah menghubungkan kurang tidur dengan obesitas dan peningkatan risiko kenaikan berat badan di masa depan. Hal ini karena hormon ghrelin dan leptin yang berperan dalam siklus tidur juga memengaruhi nafsu makan.


Ghrelin adalah hormon rasa lapar, sedangkan leptin adalah hormon yang mengontrol rasa kenyang. Kadar ghrelin bisa meningkat, dan kadar leptin bisa menurun bila pola tidur tidak seimbang. Perubahan ini cenderung mengakibatkan lebih banyak rasa lapar dan berkurangnya rasa kenyang.


7. Tidak Minum Air Yang Cukup
Minum air bermanfaat bagi penurunan berat badan karena tetap terhidrasi dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh.
Sebuah penelitian menemukan bahwa rata-rata penurunan berat badan sebesar 5,15% karena peningkatan asupan air. Setidaknya dalam salah satu penelitian, hal ini terkait dengan mengganti minuman berkalori dengan air. Oleh karena itu, akan sangat membantu jika minum air yang cukup setiap hari. Disarankan minum air sebanyak 8 gelas atau kurang lebih 2 liter per hari. 

Kategori :