Wajib Tahu! Ini Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil

Selasa 28-04-2026,17:48 WIB
Reporter : Gatot Julian
Editor : Eko Hatmono

Radarkepahiang.id - Kehamilan bikin tubuh Bunda bekerja dua kali lebih keras. Apa yang Bunda makan, ikut dirasakan janin lewat plasenta. Karena itu, pemilihan makanan selama 9 bulan ini nggak bisa sembarangan. 

Beberapa jenis makanan terlihat biasa saja, tapi diam-diam berisiko membawa bakteri, logam berat, atau zat yang bisa mengganggu tumbuh kembang janin. Berikut ini daftar yang perlu Bunda waspadai, lengkap dengan alasan dan pilihan penggantinya.

 

1. Makanan Mentah atau Setengah Matang  

Sushi dengan ikan mentah, telur setengah matang, steak  setengah matang, sampai lalapan yang nggak dicuci bersih sebaiknya ditunda dulu. Bahan mentah berisiko membawa bakteri seperti Salmonella, E. coli, parasit Toxoplasma, dan Listeria monocytogenes. 

BACA JUGA:Kenali Makanan yang Dikira Sehat Padahal Bisa Jadi Bumerang untuk Kesehatan

Saat hamil, sistem imun Bunda secara alami menurun supaya tubuh tidak menolak janin. Akibatnya Bunda lebih rentan infeksi. Listeria misalnya, bisa menembus plasenta dan menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, atau infeksi berat pada bayi baru lahir. Telur setengah matang juga berisiko salmonella yang memicu diare berat, dehidrasi, dan kontraksi dini. 

Solusinya: pastikan semua daging dimasak hingga matang sempurna, tidak ada warna merah muda di tengah. Telur harus matang padat, kuning dan putihnya tidak cair. Sayur untuk lalapan dicuci di air mengalir, kalau ragu, dikukus sebentar lebih aman.

 

2. Ikan yang Tinggi Merkuri

Ikan itu sumber protein dan DHA yang bagus untuk otak janin. Tapi jenisnya harus dipilih. Ikan predator besar seperti hiu, ikan todak atau marlin, king mackerel, dan tuna mata besar mengakumulasi merkuri lebih tinggi karena mereka makan ikan-ikan kecil. 

Merkuri bisa melewati plasenta dan mengganggu perkembangan sistem saraf janin, terutama otak. Efeknya bisa mempengaruhi kemampuan kognitif, motorik, dan bicara anak kelak. 

Bukan berarti Bunda anti ikan sama sekali. Pilih ikan yang rendah merkuri seperti salmon, kembung, sarden, lele, mujair, atau tuna kaleng chunk light. Batasi 2-3 porsi per minggu, satu porsi sekitar satu telapak tangan. Hindari juga ikan mentah dari perairan yang tidak jelas kebersihannya.

BACA JUGA:Bisa Bakar Lemak dengan Cepat, Ternyata Kopi Efektif Turunkan Berat Badan

3. Susu, Keju, dan Produk Olahan Susu yang Tidak Dipasteurisasi

Kategori :