Radarkepahiang.id - PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, Pertamina Patra Niaga, resmi melakukan penyesuaian harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Kenaikan ini mencakup beberapa produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex yang mengalami lonjakan cukup signifikan.
Kebijakan tersebut dilakukan dengan mengacu pada regulasi yang berlaku, yakni Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, serta telah melalui proses koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi pasar, termasuk fluktuasi harga minyak dunia.
BACA JUGA:Kenaikan Dexlite dan Pertamina Dex Picu Kekhawatiran, Akankah Berdampak ke BBM Subsidi?
“Penyesuaian harga ini telah diselaraskan dengan regulasi yang ada dan sebelumnya sudah dikoordinasikan, dilaporkan, serta dibahas bersama para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Adapun rincian kenaikan harga menunjukkan lonjakan yang cukup tinggi. Untuk Pertamax Turbo (RON 98), harga naik dari sebelumnya Rp 13.100 per liter menjadi Rp 19.400 per liter. Sementara itu, Dexlite (CN 51) melonjak dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) naik dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini pun menjadi perhatian masyarakat, khususnya bagi pengguna kendaraan yang bergantung pada jenis BBM tersebut, seperti kendaraan bermesin diesel dan kendaraan dengan spesifikasi bahan bakar tinggi.
BACA JUGA:Update Terbaru Harga Dexlite dan Pertamina Dex: Lonjakan Harga Bebani Pengguna BBM Diesel
Pertamax dan Pertamax Green Masih Stabil
Di tengah kenaikan tersebut, Pertamina memastikan bahwa harga BBM jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green masih dipertahankan. Hingga saat ini, harga Pertamax tetap berada di angka Rp 12.300 per liter, sementara Pertamax Green di level Rp 12.900 per liter.
Keputusan untuk tidak menaikkan harga kedua jenis BBM ini dinilai sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi yang mayoritas menggunakan Pertamax.
BBM Subsidi Tetap Dijaga
Tidak hanya BBM nonsubsidi tertentu, Pertamina juga menegaskan bahwa harga BBM subsidi masih dipertahankan. Pertalite tetap dijual dengan harga Rp 10.000 per liter, sedangkan Biosolar berada di angka Rp 6.800 per liter.
Langkah ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas energi nasional serta melindungi masyarakat kecil agar tidak terdampak langsung oleh gejolak harga energi global.