Radarkephiang.id - Masuk usia senja bukan berarti harus akrab sama rumah sakit.
Justru masa tua harusnya jadi masa buat nikmatin hasil kerja keras, kumpul sama cucu, jalan-jalan santai, dan ibadah dengan tenang. Kuncinya? Badan tetap bugar. Dan bugar itu nggak ujug-ujug datang. Dia hasil dari kebiasaan kecil yang dirawat tiap hari. Nggak perlu mahal, nggak perlu ribet.
BACA JUGA:Tips Sederhana Menjaga Badan Tetap Sehat: Kebiasaan Kecil Tapi Hasilnya Besar
Berikut ini 9 tips sederhana biar masa tua kita minim sakit-sakitan.
1. Perbanyak Minum Air Putih, Pelumas Alami Tubuh
Semakin tua, rasa haus sering telat datang. Padahal ginjal dan darah kita tetap butuh cairan. Kurang minum bikin darah mengental, tekanan darah naik, risiko batu ginjal dan infeksi saluran kemih ikut naik. Air putih itu pelumas sendi, pembersih racun, dan penjaga suhu tubuh.
Target minumnya nggak muluk, 6-8 gelas sehari. Taruh botol di meja, minum 1 gelas tiap bangun tidur, sebelum makan, dan sebelum tidur. Kalau air putih hambar, kasih irisan lemon atau daun mint. Ginjal yang lancar, badan juga nggak gampang pegal.
2. Tidur yang Cukup, Waktu Servis Gratis dari Tuhan
Di usia 50 tahun ke atas, kualitas tidur sering menurun. Padahal saat tidur, tubuh memperbaiki sel rusak, menyeimbangkan gula darah, dan merapikan memori. Tidur kurang dari 6 jam bikin imun drop, gampang masuk angin, emosi labil.
Usahakan tidur 7-8 jam malam hari. Matikan lampu terang jam 9 malam, jauhi kopi sore hari, dan bikin kamar sejuk. Kalau kebangun tengah malam, jangan langsung cek HP. Tarik napas, baca doa, pejamkan lagi. Tidur cukup itu obat awet muda paling ampuh.
BACA JUGA:Buah Manggis: Si Ratu Buah Segudang Manfaat
3. Berjemur di Pagi Hari, Doping Vitamin D Tanpa Bayar
Tulang keropos alias osteoporosis jadi momok di masa tua. Salah satu pencegahnya adalah vitamin D. Dan sumber vitamin D terbaik itu matahari pagi jam 07.00–09.00. Cukup 15 menit, buka lengan dan kaki, biarkan kulit kena sinar langsung. Vitamin D bantu penyerapan kalsium, jaga daya tahan tubuh, bahkan turunkan risiko depresi.