3. Teknik Penyemaian Benih yang Efisien
Proses penyemaian benih merupakan tahap awal yang penting dalam cara buat hidroponik tomat cherry panen 2 bulan. Basahi rockwool dan buat lubang kecil, lalu masukkan benih tomat cherry yang sebelumnya telah direndam air hangat kuku selama ± 30 menit.
Simpan di tempat teduh hingga benih berkecambah dalam waktu ± 4-7 hari. Setelah 14 hari atau muncul 3-4 daun, bibit siap pindah tanam. Untuk mempercepat panen hingga 2 bulan, Anda bisa menggunakan bibit siap tanam dari pembibitan yang sudah berumur ± 21 hari atau sudah berdaun ± 5 helai. Jika menyemai sendiri, setelah bibit berkecambah dan memiliki koteledon sempurna, pindahkan ke polybag kecil yang telah dibasahi larutan nutrisi dengan EC 1,5 mS/Cm dan pH 5,5.
BACA JUGA:Target PBB-P2 Tahun 2026 di Kabupaten Lebong Belum Ditetapkan
BACA JUGA:Dorong Peran Kampung Zakat di Rejang Lebong, Kemenag-Baznas Perkuat Sinergi Kelola Dana Umat
4. Sterilisasi Lingkungan Tanam untuk Pencegahan Penyakit
Sterilisasi area tanam sangat penting untuk mencegah serangan mikroorganisme penyebab penyakit. Sterilisasi dapat dilakukan dengan menyemprotkan formalin 5% (5 cc/liter air) ke seluruh bagian greenhouse, lalu tunggu 4-5 hari.
Setelah itu, semprotkan pestisida (insektisida dan fungisida) sebanyak 2-3 kali. Sehari sebelum media tanam ditata, semprotkan larutan lysol dengan konsentrasi 3-5 cc/liter air. Jangan lupa untuk memasang bak desinfektan kaki di pintu masuk untuk mencegah masuknya telur/larva hama dan patogen penyakit yang terbawa oleh alas kaki.
BACA JUGA:ASN Rejang Lebong Mulai WFH Tiap Jumat, Pelayanan Publik Tetap Wajib Masuk Kantor
5. Proses Pindah Tanam ke Sistem Hidroponik
Setelah bibit siap, pindahkan bibit beserta rockwool ke dalam netpot. Anda bisa menambahkan hydroton atau cocopeat di netpot agar bibit lebih kokoh.
Atur jarak tanam yang ideal; umumnya menggunakan jarak antar bedengan ± 100 cm dan antar tanaman ± 50 cm. Untuk varietas tomat kompak atau kecil seperti tomat cherry, jarak tanam yang disarankan adalah sekitar 30 cm. Sistem irigasi tetes (drip) lebih disarankan untuk fertigasi yang merata dan efisien dibandingkan Wick System, terutama untuk hasil maksimal.