Radarkepahiang.id - Ubi kuning sering dianggap makanan kampung. Harganya murah, dijual di pinggir jalan, dan gampang ditemui di pasar. Padahal kalau dibedah isinya, umbi yang satu ini termasuk superfood lokal yang nutrisinya lengkap.
Warna kuning-oranye pada dagingnya bukan sekadar pemanis, tapi tanda kalau beta-karoten di dalamnya melimpah. Ditambah vitamin C, serat, kalium, dan karbohidrat kompleks, ubi kuning layak naik kelas jadi menu sehat harian.
Berikut ini kita akan membahas beragam manfaat dari Ubi Kuning bagi kesehatan tubuh.
BACA JUGA:Kenapa Mulut Bisa Bau? Bongkar Penyebabnya dan Cara Ampuh Mengatasinya
1. Jaga Mata Tetap Jernih Berkat Beta-Karoten
Warna kuning pada ubi berasal dari beta-karoten. Begitu masuk ke tubuh, beta-karoten diubah jadi vitamin A. Vitamin A adalah bahan utama pembentuk rodopsin, pigmen di retina yang membantu mata melihat dalam cahaya redup. Kekurangan vitamin A bikin mata cepat lelah, kering, dan dalam kasus berat bisa memicu rabun senja.
Satu ubi kuning ukuran sedang sekitar 150 gram bisa menyumbang lebih dari 400% kebutuhan vitamin A harian orang dewasa. Artinya, cukup satu buah sehari sudah menutup kebutuhan tanpa perlu suplemen. Untuk anak yang sering menatap layar, vitamin A juga melindungi kornea dari kerusakan akibat blue light.
2. Perkuat Imun Tubuh dengan Duet Vitamin A dan C
Selain vitamin A, ubi kuning juga punya vitamin C cukup tinggi, sekitar 22 mg per 150 gram. Vitamin C merangsang produksi sel darah putih dan antibodi yang melawan virus maupun bakteri. Sementara vitamin A menjaga lapisan mukosa di hidung, tenggorokan, dan usus tetap sehat. Mukosa yang kuat jadi benteng pertama agar kuman tidak gampang masuk.
Kombinasi dua vitamin ini membuat ubi kuning cocok dikonsumsi saat musim pancaroba atau ketika aktivitas padat. Tubuh jadi tidak gampang drop meski cuaca berubah-ubah.
BACA JUGA:Mengenal Berbagai Jenis Kanker pada Manusia: Organ yang Sering Terkena dan Gejalanya
3. Pencernaan Lancar karena Kaya Serat
Dalam satu buah ubi kuning ada sekitar 4 gram serat. Seratnya jenis larut dan tidak larut. Serat larut membentuk gel di usus, memperlambat penyerapan gula, dan memberi makan bakteri baik. Serat tidak larut menambah volume feses sehingga BAB jadi teratur.
Efeknya, perut terasa nyaman, kembung berkurang, dan risiko sembelit turun. Untuk orang yang sedang mengurangi nasi putih, ubi kuning bisa jadi pengganti karena seratnya bikin kenyang lebih lama tapi kalorinya tetap terkontrol.