Menurut laman Pemerintah Kota Malang, penggunaan aquaponik membuat perawatan lebih mudah karena tidak perlu sering membersihkan kolam. Kotoran ikan langsung dimanfaatkan sebagai pupuk alami, sehingga tanaman tumbuh lebih sehat tanpa bahan kimia.
BACA JUGA:Siap-siap Ya, Aliansi Peduli Sopiah Berencana Gelar Aksi Lanjutan
Selain itu, ikan nila dipilih karena memiliki daya tahan tinggi dan cocok dengan sistem aliran air. Dalam waktu sekitar 5–6 bulan, ikan sudah bisa dipanen, sementara sayuran bisa dipanen dalam 30–40 hari.
Hal ini menunjukkan bahwa sistem ini sangat cocok sebagai usaha berkelanjutan dengan dua sumber pendapatan sekaligus.
Langkah-Langkah Membuat Ternak Ikan Nila dan Hidroponik di Rumah
Berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti untuk memulai:
BACA JUGA:188 PNS Bengkulu Resmi Dilantik, Khairil Anwar Tekankan Disiplinan dan Profesionalisme
1. Menyiapkan Kolam Ikan
Gunakan kolam terpal, drum, atau kolam beton sesuai kebutuhan. Isi dengan air bersih dan masukkan benih ikan nila ukuran kecil.
2. Membuat Instalasi Tanaman
Gunakan pipa paralon (PVC) yang dilubangi untuk tempat tanaman. Pastikan ada aliran air dari kolam ke pipa dan kembali lagi.
3. Menyiapkan Media Tanam
Gunakan media seperti rockwool, spons, atau sekam. Media ini berfungsi sebagai tempat akar tanaman tumbuh.
4. Penyemaian Benih Sayuran
Semai benih hingga memiliki minimal dua daun. Setelah itu pindahkan ke pot hidroponik atau wadah tanam.