Disway banner

Cukai Rokok Naik dan Harga Melambung, Daya Beli Masyarakat Tertekan

Cukai Rokok Naik dan Harga Melambung, Daya Beli Masyarakat Tertekan

Seseorang yang sedang mengkonsumsi rokok--FOTO/ILUSTRASI

Radarkepahiang.id – Kebijakan kenaikan cukai rokok kembali menjadi sorotan publik. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para perokok, tetapi juga pelaku usaha kecil hingga masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini menjadi konsumen terbesar produk tembakau.

Kenaikan cukai rokok yang ditetapkan pemerintah pusat bertujuan untuk menekan angka konsumsi rokok, sekaligus meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai. Namun di sisi lain, kebijakan ini dinilai membawa konsekuensi terhadap daya beli masyarakat.

Sejumlah pedagang eceran di Kabupaten Kepahiang mengaku mulai merasakan dampak dari kenaikan tersebut. Harga rokok yang terus merangkak naik membuat penjualan mengalami penurunan, terutama untuk merek-merek tertentu yang sebelumnya cukup diminati.

“Kalau harga naik, pembeli pasti berkurang. Biasanya orang beli satu bungkus, sekarang banyak yang beli eceran saja,” ujar salah satu pedagang di kawasan Pasar Kepahiang.

BACA JUGA:Pinjam Motor Teman Beli Rokok Malah Digadaikan, Warga Kepahiang Dipolisikan!

Fenomena pergeseran pola konsumsi ini juga terlihat dari meningkatnya permintaan rokok dengan harga lebih murah. Bahkan, tidak sedikit konsumen yang beralih ke produk alternatif demi menyesuaikan dengan kondisi keuangan mereka.

Di sisi lain, pemerintah tetap berkomitmen menjalankan kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya pengendalian konsumsi rokok, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja. Selain itu, kenaikan cukai juga diharapkan dapat memberikan efek jera terhadap kebiasaan merokok yang berdampak pada kesehatan.

Pengamat ekonomi menilai, kenaikan cukai rokok memang memiliki dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, kebijakan ini dapat meningkatkan penerimaan negara serta menekan konsumsi. Namun di sisi lain, ada dampak langsung terhadap sektor informal, terutama pedagang kecil.

“Kebijakan ini memang dilematis. Negara membutuhkan pemasukan, tetapi juga harus memperhatikan dampaknya terhadap pelaku usaha kecil dan daya beli masyarakat,” ungkap seorang pengamat.

BACA JUGA:5 Macam Obat Alami, Solusi Tepat dan Aman Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Tak Melemah

Selain itu, kenaikan harga rokok juga dikhawatirkan memicu peredaran rokok ilegal yang tidak memiliki pita cukai resmi. Jika tidak diawasi secara ketat, hal ini dapat merugikan negara sekaligus membahayakan konsumen.

Untuk itu, diperlukan pengawasan yang lebih intensif dari aparat terkait guna memastikan peredaran rokok tetap sesuai aturan yang berlaku. Masyarakat pun diimbau untuk bijak menyikapi kenaikan harga rokok ini. Selain mempertimbangkan pengeluaran, momentum ini juga dinilai sebagai kesempatan untuk mulai mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok.

Dengan berbagai dampak yang ditimbulkan, kenaikan cukai rokok menjadi kebijakan yang terus memicu perdebatan. Namun yang pasti, perubahan ini menuntut adaptasi dari semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat sebagai konsumen.

Sumber: