Sampah Dimana-mana, Wisata Kebun Teh Dikeluhkan Pengunjung!
Sampah Dimana-mana, Wisata Kebun Teh Dikeluhkan Pengunjung!--Reka Fitriani
Radarkepahiang.id - Sampah saat ini tengah menjadi persoalan di Kabupaten Kepahiang, tak terkecuali di kawasan wisata. Salah satunya kawasan wisata perkebunan teh yang mengalami peningkatan kunjungan pada saat libur lebaran Idul Fitri 1447 H, kondisi tersebut dikeluhkan para pengunjung.
Alih-alih menikmati pemandangan hijau hamparan perkebunan teh, tumpukan sampah justru merusak kawasan wisata tersebut. Terlebih lagi, pada beberapa titik spot wisata tidak tersedia tempat pembuangan sampah, ini yang menyebabkan sampah dibuang sembarangan oleh pengunjung yang datang.
BACA JUGA:Viral! 5 Game Penghasil Saldo DANA Ini Tercepat 2026 dan Terbukti Membayar
BACA JUGA:Inspirasi Desain Hunian Kontenporer, 3 Gambar Rumah Minimalis Atap Sandar Modern
Pantauan Radarkepahiang.id, banyak sampah plastik yang sulit terurai menghiasi setiap sudut kawasan wisata kebun teh Kabawetan. Melihat kondisi ini, tentu mencoreng kawasan destinasi wisata perkebunan teh Kabawetan yang banyak dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah.
"Sama sekali tidak tersedia kotak sampah di kawasan wisata perkebunan teh ini, ini yang menyebabkan pengunjung buang sampah sembarangan. Kami terpaksa bawa sampah kami sendiri untuk dibuang ditempatnya," ungkap Noval (23) salah satu pengunjung wisata kebun teh Kabawetan, Jum'at 27 Maret 2026.
BACA JUGA:Kaleng Bekas Biskuit Bisa Dimanfaatkan, Ini 5 Inspirasinya
BACA JUGA:PH Bawa Kasus Kematian Gita Fitri Ramadani ke Komisi III DPR RI, RDP Dijadwalkan Dalam Waktu Dekat!
Dikatakan Noval, sampah berserakan tidak hanya di area utama kawasan perkebunan teh Kabawetan, sampah juga terlihat menumpuk di saluran irigasi. Kondisi ini akan menganggu aliran air hingga menyebabkan banjir dan dikhawatirkan menimbulkan dampak serius pencemaran lingkungan.
"Paling tidak, kawasan wisata yang paling ramai dikunjungi setiap hari libur ini disediakan kotak sampah pada beberapa titik," kata Noval.
BACA JUGA:Nilai Investasi Mencapai Rp11 Triliun, Apa Kontribusi Potensi Gheotermal!
Sumber:



