Pernah Menguasai Dunia Internet, Kini Yahoo Jadi Raja yang Tergerus Kemajuan Zaman
Pernah Menguasai Dunia Internet, Kini Yahoo Jadi Raja yang Tergerus Kemajuan Zaman--DOK/NET
Radarkepahiang.id - Nama Yahoo pernah menjadi simbol kejayaan dunia internet global. Di akhir 1990-an hingga awal 2000-an, Yahoo dikenal sebagai “gerbang utama” internet, tempat jutaan pengguna mencari informasi, mengirim email, membaca berita, hingga menikmati berbagai layanan digital. Namun seiring berjalannya waktu, kejayaan perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat tersebut perlahan runtuh dan akhirnya tergilas oleh perubahan zaman.
Yahoo didirikan pada 1994 oleh dua mahasiswa Universitas Stanford, Jerry Yang dan David Filo. Awalnya, Yahoo hanyalah direktori sederhana berisi kumpulan tautan situs internet. Namun seiring meningkatnya jumlah pengguna internet dunia, Yahoo berkembang pesat menjadi mesin pencari, portal berita, layanan email, hingga periklanan digital terbesar pada masanya.
BACA JUGA:Agar Tidak Mudah Sakit, Ini 7 Tips Pola Hidup Sehat!
BACA JUGA:5 Tips Mengisi Waktu Liburan dengan Aktivitas yang Produktif!
Pada puncak kejayaannya di awal tahun 2000-an, Yahoo menjadi salah satu perusahaan teknologi paling bernilai di dunia. Sahamnya meroket, kantor-kantor megah dibangun, dan jutaan pengguna menjadikan Yahoo sebagai halaman utama saat membuka internet. Bahkan, Yahoo pernah mengalahkan Google dalam hal popularitas mesin pencari di sejumlah negara.
Namun, di balik gemerlap kejayaan tersebut, Yahoo mulai kehilangan arah strategi. Perusahaan dinilai gagal membaca perubahan besar dalam dunia teknologi dan perilaku pengguna. Ketika Google hadir dengan mesin pencari yang lebih cepat, akurat, dan sederhana, Yahoo justru bertahan dengan konsep portal yang semakin kompleks.
BACA JUGA:Putusan PHI, Bupati Kepahiang Akan Kaji Aset PDAM Tirta Alami untuk Bayar Piutang Gaji!
BACA JUGA:Aplikasi Penghasil Uang Terbukti Membayar, WD ke DANA dalam 24 Jam!
Kesalahan strategi Yahoo semakin terlihat ketika perusahaan melewatkan berbagai peluang emas. Yahoo sempat memiliki kesempatan untuk mengakuisisi Google dan Facebook di masa awal kemunculannya, namun peluang tersebut dilepas begitu saja. Keputusan-keputusan inilah yang kemudian dinilai menjadi titik awal kemunduran Yahoo.
Tak hanya itu, pergantian pucuk pimpinan yang terlalu sering juga memperburuk kondisi perusahaan. Dalam kurun waktu singkat, Yahoo beberapa kali berganti CEO dengan visi dan kebijakan yang berbeda-beda. Akibatnya, arah bisnis perusahaan menjadi tidak konsisten dan kehilangan fokus utama.
Sumber:










